Penyerapan APBD Kukar Rendah, DPRD Akan Evaluasi

img

(Foto: Alif Turiadi)


TENGGARONG, Penyerapan anggaran pada APBD Kukar disemester pertama 2020 dinilai DPRD masih sangat rendah, masih mencapai 22,45 persen. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Wakil Bupati H Chairil Anwar saat menyampaikan evaluasi dan pronogsis APBD Kukar 2020, melalui sidang paripurna DPRD Kukar belum lama ini.

Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi menyebut, pelaksanaan pembangunan di Kukar belum berjalan maksimal. Penyerapan anggaran sangat rendah, idealnya menginjak bulan Agustus sudah capai 60 persen. Namun kenyataannya baru 22 persen, bahkan kalau pihaknya menilai tak sampai apa yang disampaikan pemerintah.

“Oleh karenanya kita akan lakukan evaluasi, apakah terkait dengan Pandemi Covid-19 sehingga penyerapan sangat rendah, atau ada hal lainnya,” kata Alif Turiadi belum lama ini diruang kerjanya.

Evaluasi kata Alif Turiadi dengan melibatkan semua komisi komisi di DPRD Kukar, untuk memanggil OPD-OPD, untuk mempertanyakan kendala kendala apa yang dihadapi sehingga penyerapan bisa tak maksimal.

Untuk diketahui seperti yang disampaikan Wakil Bupati H Chairil Anwar bahwa realisasi belanja daerah semester pertama tahun 2020 secara keseluruhan mencapai Rp1,3 triliun atau senilai 22 persen dari anggaran sebesar Rp6 triliun APBD Kutai Kartanegara.

Khusus untuk anggaran penanganan Covid-19 Kutai Kartanegara yang teralokasikan dari dana tak terduga senilai Rp129 miliar, pada proses pelaksanaanya telah mencapai 99,99 persen.(awi/adv)